Pengalaman ini merupakan pengalaman yang pertama kali kurasakan. Untuk pertama kalinya setelah 19 tahun hidup di dunia yang fana ini diajarkan untuk melakukannya setiap pagi, I forget it. Semua gara-gara tugas yang belum selesai.
Seperti lagu anak-anak:
bangun pagi ku terus mandi
tidak lupa menggosok gigi
............
Namun, hari itu menjadi:
bangun pagi ku terus kerjain pr
dan lupa menggosok gigi
.................
nananaanana....
ya, pada hari Jum'at tanggal xx bulan xx tahun 2011, aku lupa menggosok gigi sebelum pergi ke kampus. Aku ingat belum melakukan ritual penting itu ketika aku berjalan menuju kampus. Ada yang aneh dengan mulutku. kenapa rasanya tidak segar dan kesat. Ada yang aneh.... apa ya????? AKU LUPA GOSOK GIGI...
ingin rasanya kembali memutar arah kemabli ke rumah, namun waktu sudah tidak mengizinkan. Diam2 dalam perjalanan ke kampus, aku mencoba mencium bau mulutku, ternyata ... Alhamdulillah masih sedikit gak bau.Untung malam sebelumnya telah gosok gigi sebelum tidur. Aku bertekad untuk tidak terlalu banyak bicara saat di kampus dan bicara dengan orang lain. Aku berjanji akan pulang begitu kuliah selesai.
Namun, semua tidak sesuai rencana. Sehabis kuliah aku harus ini dan itu dulu. Alhasil, aku baru menggosok gigiku ketika adzan magrib berkumandang. Semoga saja teman2 dan orang yang di sekitar hari itu tidak merasa bau ketika aku bicara ataupun saat aku tertawa. maafkan aku telah mendzalimi kalian.
life's story
17.4.11
26.3.11
Things about Ai' (part 1)
Jodoh itu memang benar adanya. Aku tak tahu apa ini suatu karunia-Nya yang diberikan kepadaku. Hobiku memang sedikit aneh, aku juga kurang tahu sejak kapan aku mulai melakukan aktivitas ini. Aku sangat suka melihat, lebih tepatnya memperhatikan, orang-orang disekitarku. Dimanapun dan kapanpun itu. Salah satu orang yang aku suka perhatikan adalah seorang mahasiswi di kampus yang cukup menarik perhatian (maksudku mudah diingat) dari fisiknya. Dia dikenal cukup lebay diantara anak-anak baru diangkatanku. Aku baru mengetahui penyebabya ketika aku telah mengenalnya lebih jauh.
Dia adlah seorang jilbaber (pemakai jilbab panjang) yang sangat lantang menyerukan aksi pembelaan terhadap Palestine tercinta. Kulitnya hitam dan wajahnya cukup mudah dikenali karena menurutku dia sedikit unik. Orang2 memangilnya Ai (hmmmm,,, nama yang agak aneh juga, seperti orangnya kali ya). Temen2 di sekitarku saat itu kurang menyukainya karena le-lebay-annya. Aku mulai menebak2 asal nya. Oh, dari Nusa Tenggara atau Papua atau aceh, ah sepertinya Aceh sajalah.Namun, sepertinya fakta akan mengatakan hal yang berbeda.

Semester 2 berjalan dan informasi mengenai mahasiswi ini semakin sering aku dengar karena nilainya yang sangat bagus untuk mata kuliah yang menurut kebanyakan mahasiswa2 alin cukup sulit (padahal gak juga tuh…, dasar malas aja, banyak kok yang dapat nilai bagus, tapi aku bukan termasuk di dalamnya,… hehehe). (lanjut) Di tengah semester dua aku lebih mengetahuinya dan semakin kagum dengannya karena keberaniaannya membela temanku yang terlambat masuk ke kelas karena shalat (saat itu waktu shalat semakin lama). Dosenku yang berbeda keyakinan dengan kita, merasa tersinggung dan hamper tidak mengizinkan temannku yang terlambat untuk tidak masuk. Pada saat itu dia adalah perempuan yang pertama kali mengajungkan tangan menyatakan ketidak setujuannya dengan hal tersebut. Tidak tahu apa yang terjadi, rasa berani yang ditunjukkannya saat itu mengalir ke dalam diriku, seperti ada aliran electron yang memaksaku untuk mendukungnya. Sketika itu juga, si dosen kalah.
Karena satu jurusan, kami dipertemukan kembali dalam pemagangan di salah satu himpunan fakultas kampus. Di sini pertama kali kami bersalaman. Dia mulai mendekatiku & aku baru tahu maksudnya mendekatiku saat itu setelah aku mengenalnya lebih jauh lagi. Di awal pertemuan aku langsung menanyakan asalanya, dan ternyata dia bersala dari BEKASI (gila, tebakkkanku jauh dari realita..) Dia sangat berbeda denganku. Sangat ramah dan sangat cepat untuk dekat dengan orang lain. Dari sebegitu banyak orang dalam waktu yang sedikit. Sedangkan aku, hanya mengenal orang2 yang sedivisi denganku untuk jangka waktu yang sama saat itu. Hadeehhh, ni orang, semakin kagum aja..
Di akhir semester dua aku semakin mmengenalnya karena ketergabunggan kita dalam satu kepanitian ospek di kampus. Tentu saja mahasiswi yang satu ini langsung eksis dan sangat cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Wlaupun tidak terlalu dekat, paling tidak aku telah mengenalnya sedikit lebih jauh lagi.
Di semester tiga , aku semakin mengenalnya lagi dan ini menjadi awal ikatan ukhuwah diantara kita. Kita dipertemukan dalam satu kepanitiaan yang benar2 menguras air mata dan melatih kesabaran. Dia adalah tempat aku pertama kali bertumpu saat mengeluarkan air dari mataku di kampus..(memalukan sekali , nangis di kampus…)- hal pertama tentangnya.

25.3.11
awal berawal
REGISTRASI OH REGISTRASI
Liburan memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Untukku sendiri, liburan berarti masa yang terlepas dari tekanan dan beban yang sehari-hari kita emban, tidak ada deadline tugas, tidak ada rapat, pokoknya semua hal dilakukan dengan santai.
Namun, semenjak menginjakkan kaki di kampus putih biru tercinta, rasanya hal itu sangat sulit untuk didapatkan. Setelah berpisah dengan keluarga tercinta untuk beberapa waktu lama yang sangat menyiksa, terutama makanannya, saya masih harus berpusing-pusing memikirkan registrasi untuk semester yang akan saya jalani kedepannya. Sangat cukup mengganggu keharmonisan suasana liburan. Walupun pihak kampus telah meringankan proses registrasi bagi mahasiswa yang berada di luar Bandung, tetapi tetap saja prosesnya ribet. Anda harus terlebih dahulu input mata kuliah yang ingin Anda ambil, lalu Anda harus perwalian dengan dosen wali Anda untuk hanya mengatakan “Pak, saya si Anu,mahasiswa wali Bapak, tolong registrasi saya di-ACC ya Pak”. Selesai. Semua orang berharap itu terjadi pada dirinya. Namun kenyataan di apangan tidak berkata begitu mudah.
Untuk hari pertama proses registrasi dibuka, banyak teman-teman yang berada di luar kota Bandung mengalami kesulitab untuk mengakses website registrasi. Setelah Anda berhasil menembus ramainya traffic kominikasi, lalu Anda akan mulai input output mata kuliahAnda. Syukur-syukur bisa lancar, banyak teman-teman yang mengalami kesulitan karena quota penuh, kelas tidak ada, mata kuliah tidak ada, dan sebagainya. Untuk yang bermasala, segra hubungi dosen Anda, mudah-mudahan segera ditanggapi, bila tidak Anda harus terus melatih kesabaran Anda. Bila sudah selesai Anda akan minta izin pada dosen wali Anda agar segera meng-ACC registrasi yang telah Anda lakukan dengan keringat dan otak yang sudah “mumet”. Tahapan terakhir yang paling penting Anda lakukan adalah mencetak KSM yang menjadi penanda sah Anda akan mengikuti mata kuliah yang Anda ambil. Ketika Anda akan mencetak KSM, Anda akan melihat mata kuliah yang telah Anda ambi. Lagi-lagi, syukur bila jumlah mata kuliah yang Anda inginkan sama dengan yang terpampang di depan muka Anda. Namun, apa jadinya bila mata kuliah yang akan Anda jalani untuk satu semester ke depan berbeda dengan yang Anda input-kan???? Bagaimana bila dosen wali Anda men-drop mata kuliah yang Anda masukkan secara sembarangan, tanpa memperhatikan apa yang Anda inginkan??? Apakah ini yang dinamakan keberpihakan pada mahasiswa??? Apa ini yang namanya kebebasan mahasiswa???
Hal itulah yang saya raskan dan sangat menggangu otak yang saya miliki ini. Rasanya, sebel, marah, semuanya menjadi satu di ubun-ubun, ingin rasanya melemparkan semua benda yang ada di hadapan saya pada saat itu. Sabar…. Sabar… sabar… ingat pada-Nya yang membuat saya tetap menahan amarah yang sudah siap meledak-ledak dalam dada. Ingin rasanya berteriak mengabarkan pada semua orang jika saya tidak bisa menentukan pilihan saya sendiri.
Perlu waktu yang tidak singkat untuk melupakan hal menyebalkan ini. Seiring berjalanya waktu dan kesibukan yang sudah mulai terasa ketika kuliah serta dukungan dari sahabat yang terus mengatakan ‘mungkin ini yang terbaik buat kamu’, saya harus mengalah kepada birokrasi yang ada di kampus.
Langganan:
Komentar (Atom)
